Stimulasi Dini Kognitif Bayi

Stimulasi Dini Kognitif Bayi
Stimulasi
Stimulasi adalah perangsangan yang berasal dari lingkungan luar anak. Stimulasi merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan kognitif anak. Stimulasi yang terarah akan mempercepat perkembangan anak dibanding yang kurang mendapatkan stimulasi. Stimulasi juga dapat berfungsi sebagai penguat (reinforcement).2
Infant Health and Developmental Program melaporkan bahwa tingkat perkembangan intelektual berkaitan erat dengan tingkat partisipasi orang tua
Macam Stimulasi dan cara berinteraksi
1. Penglihatan
• Menarik perhatian bayi, dekatkan wajah ibu
• Pertahankan kontak mata yang lama
• Ubah ekspresi wajah untuk mempertahankan interaksi visual, menggunakan senyuman, ekspresi kaget, gerakan lidah
• Gerakan kepala, ajak bayi anda untuk mengikuti gerakan kepala
• Gerakan, anggukan dan gelengkan kepala untuk mempertahankan interaksi
• Tirukan ekspresi wajah bayi
• Gerakan benda berwama terang untuk membantu pemfokusan bayi dan mengikutinya
• Pegang bayi posisi tegak sehingga ia dapat melihat melampaui bahu orangtua
• Atur kursi bayi sehingga Ia dapat melihat ke orangtua
2. Pendengaran
• Gunakan suara anda untuk berbagai cara berkomunikasi dengan bayi (bernyanyi, bergumam, berkotek, memanggil nama, bercakap)
• Berusaha agar bayi menggerakkan matanya dan kepalanya kearah suara anda
• Tim suara bayi
• Gunakan benda untuk menimbulkan suara (kerincingan, bel, musik)
3. Perabaan
• Membungkus, menggendon mengatur posisi
• Sentuhan, tepukan, urut/pijat bayi dengan cara menenangkan dan berirama
• Manfaatkan refleks bayi untuk interaksi (refleks isap, refleks memegang)
• Pegang dan timang bayi
• Ayunkan bayi ketika diam, dan hibur dengan menggoyang ketika rewel
• Bergerak berkeliling dengan bayi tegak di bahu
• Kombinasi gerakan badan dan wajah dengan mencium dan menyundul bayiMembungkus, menggendon mengatur posisi
• Sentuhan, tepukan, urut/pijat bayi dengan cara menenangkan dan berirama
• Manfaatkan refleks bayi untuk interaksi (refleks isap, refleks memegang)
• Pegang dan timang bayi
• Ayunkan bayi ketika diam, dan hibur dengan menggoyang ketika rewel
• Bergerak berkeliling dengan bayi tegak di bahu
Stimulasi berdasar golongan umur
Umur 0-3 bulan
Berikan rasa nyaman, aman, tunjukkan perhatian dan kasih sayang dengan cara memeluk menggendong, menyelimuti, memberikan ASI, menghibur, membersihkan badan, mengganti popok basah, dll.
Rangsanglah penglihatan, perkembangan sosial dan kognitif bayi dengan cara menatap mata bayi dan jarak sekitar 30 cm, mengajak tersenyum, membalas senyuman, menggantung mainan yang bisa bergerak, menggerakkan mainan berwarna-warni ke kanan kiri, ke depan-belakang.
Rangsanglah pendengaran, perkembangan berbahasa, sosial dan kognitif bayi dengan: mengajak berbicara, menirukan ocehan bayi, menggerakan mainan yang berbunyi, memperdengarkan musik, dll.
Rangsanglah perkembangan gerak kasar dan keseimbangan dengan melatih bayi mengangkat kepala, dada, miring, tengkurap.
Rangsanglah perkembangan gerak halus, perabaan dan perkembangan kognitif dengan memberikan mainan yang dapat diraih, diraba, dipegang, digenggam , diremas.
Umur 3-6 bulan
Lanjutkan perangsangan untuk umur 0-3 bulan tersebut di atas, ditambah dengan rangsang yang lebih kompleks.
Rangsanglah penglihatan, perkembangan sosial dan kognitif dengan bermain cilukba, bayi melihat bayangan dirinya di cermin, meraih mainan.
Rangsanglah pendengaran, perkembangan berbahasa dan kognitif dengan mencari sumber suara, mengulang-ulang beberapa kata.
Rangsanglah gerak kasar dan keseimbangan dengan melatih tengkurap, berguling, telentang, posisi duduk.
Rangsanglah gerak halus dan koordinasi dengan memegang menggunakan 2 tangan, meraup benda kecil, meraih benda-benda yang agak jauh, memasukan biskuit ke mulut, dll.
Umur 6-9 bulan
Lanjutkan rangsangan untuk umur 3-6 bulan, ditambah dengan rangsang yang lebih kompleks.
Rangsanglah pendengaran, perkembangan berbahasa, emosi dan kognitif dengan memanggil namanya, memangil mama-papa, mengulang-ulang beberapa kata-kata.
Rangsanglah gerak kasar, keseimbangan dan kemandirian dengan latihan duduk, merangkak, berdiri, melangkah berpegangan.
Rangsanglah gerak halus, koordinasi visual, kognitif dan kemandirian dengan bersalaman, bertepuk tangan, melambaikan tangan, menunjuk ke benda-benda yang agak jauh.
Umur 9-12 bulan
Lanjutkan rangsangan untuk umur 6-9 bulan, ditambah dengan rangsang yang lebih kompleks.
Rangsanglah penglihatan, pendengaran, perkembangan berbahasa, kognitif dan komunikasi dengan menyebutkan nama-nama orang di dalam keluarga, mengulang kata-kata yang sering digunakan pada bayi.
Rangsanglah perkembangan gerak halus, koordinasi, kognitif dan kemandirian dan sosial dengan memasukan benda ke dalam tempat dan mengeluarkannya lagi, minum dari gelas, menggelindingkan bola ke orang lain.
Rangsanglah gerak kasar dengan berdiri, berjalan berpegangan.

Peran orangtua
Jika orangtua mengembangkan lingkungan yang menarik dan merangsang maka bayi dapat mempelajari sendiri lingkungannya. Namun menurut Gordon, orangtua adalah guru utama anak dimulai pada masa bayi. Di samping menyediakan lingkungan belajar, contoh perilaku orangtua dan keterlibatan dalam bermain adalah penting untuk perkembangan anak.
Lima peran orangtua menurut Gordon ( 5 P) adalah :
1. Penyediaan lingkungan pembelajaran
2. Sikap orangtua dapat diramalkan (predictability)
3. Bermain dengan proses ping-pong
4. Mendorong bayi secara persisten untuk tetap tertarik dan didalam aktivitas
5. Jangan menjadi professor (selalu berbicara, tidak memberi kesempatan pada bayi).
Selain itu orangtua hams merangsang 4 R yaitu:
1) Responsiveness
2) Reasoning
3) Rasionality
4) Reading.
Sedangkan warm (kehangatan, mencintai, perduli) sangat diperlukan agar 5 P dan 4 R berfungsi baik.
Orangtua dapat melakukan stimulasi melalui 2 cara yaitu melalui pengaturan lingkungan yang merangsang kegiatan sensori motor, atau dengan langsung berinteraksi dengan bayinya. Keterpaduan stimulasi gabungan pada bayi dan orang tua diharapkan akan mendapatkan hasil yang optimal.

1. Soedjatmiko. Stimulasi psikososial pada bayi risiko tinggi. Dalam : Partini PT, Purnamawati S, Damayanti RS, dkk ( editor). Hot Topics in Pediatrics II. Jakarta: BP FKUI, 2002 : 28-46.
2. Soetjiningih. Tumbuh Kembang Anak. Edisi ke-2. Jakarta: EGC, 1998 : 1-164.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s