MENGAJARI ANAK MEMBACA SEJAK BARU LAHIR (bag.2)

MENGAJARI ANAK MEMBACA SEJAK BARU LAHIR (bag.2)

Oleh : M. Fauzil Adhim*)

Bayi, Usia 0-6 bulan

Firraz mrd

Ada tiga alasan mengapa Anda perlu mengajarkan membaca kepada bayi di usai ini! Ada dua cara-stidaknya yang paling banyak diterapkan-dan terserah Anda cara mana yang Anda pakai untuk mengajarkan membaca kepada anak-anak Anda di usia ini. Pertama, mengenalkan kartu huruf dan membacakannya a la Glen Doman. Kedua, membacakan buku-buku cerita dengan suara keras atau biasa dikenal dengan istilah read aloud!

Metode Glen Doman ini lebih sederhana dan lebih mudah kelihatan hasilnya, tetapi untuk jangka panjang kurang meyakinkan. Salah satunya karena metode ini lebih menitikberatkan pada pengayaan pengetahuan, tepatnya ingatan, dan bukan pada dasar-dasar kemampuan berpikir dan memahami. Metode Glen Doman lebih banyak membekali dengan ketrampilan. Ini berbeda dengan pendekatan kedua yang menitikberatkan pada proses interaksi dan pemahaman masalah, mengembangkan kecakapan berbahasa, membangun komunikasi yang bagus dan memperhatikan ketepatan berbahasa. Cara ini memang membutuhkan usaha yang lebih keras dan kemauan belajar yang lebih dari orang tua, tetapi hasilnya untuk jangka panjang lebih bagus. Membacakan buku untuk terapi kelambatan berpikir adalah dengan menggunakan metode yang kedua ini.

Selanjutnya inilah buku yang bisa Anda berikan kepada bayi mungil Anda:…………

Selanjutnya inilah buku yang bisa Anda berikan kepada bayi mungil Anda:
o Buku dengan warna-warna terang mencolok, gambarnya besar-besar dan sederhana. Buku-buku dengan menggunakan warna merah dengan latar belakang putih cenderung lebih menarik perhatian anak.
o Buku-buku dengan bahan kertas yang keras (cardboard), buku-buku yang aman untuk digigit (karena itu, jangan marah ya Bu, kalau bukunya sobek) atau buku yang dapat dilipat. Dari Mizan (Bandung) menyebutnya buku ular.
o Buku-buku yang terbuat dari kain dan vinil yang lembut dengan gambar-gambar sederhana atau obyek-obyek yang familiar yang dapat di bawa ke kamar mandi, ke tempat tidur atau taman. Buku-buku yang mudah dibersihkan.

Bayi, usia 6-12 bulan

melafirraz

Nah, ini saatnya bagi Anda untuk menyambut waktu-waktu pagi, sore sehabis dimandikan dan menjelang tidur dengan mengajak bayi membaca buku bersama. Pangku dia, ajak buka buku bersama, pegang tangannya untuk menunjuk gambar-gambar yang ada, dan ceritakan dengan lebih hidup kepada mereka. Jika Anda mampu menggunakan suara yang lebih variatif, akan lebih baik.
Selanjutnya yang Anda berikan adalah :
o Buku-buku papan, yakni buku yang kertanya kaku, dengan memapilkan foto bayi-bayi lain. Pada usia ini anak tertarik kepada bayi lain.
o Buku-buku dengan gambar-gambar yang terang dan menggugah. Buku-buku yang aman untuk digigit masih sangat diperlukan anak. Begitu pula buku sentuh dan buku yang dapat dirasa (di Indonesia belum ada kayaknya)
o Buku-buku dengan foto-foto obyek yang familiar, seperti bola, botol, cicak
o Buku-buku berbahan kertas cukup kuat yang bisa dipasang di boks bayi atau di bentangkan di dalam selimut.
o Buku-buku berbahan plastik/vinil yang bisa dipakai sewaktu mandi.
o Buku-buku berbahan kain yang bisa di cuci dan aman untuk dimasukan mulut.
o Buku-buku yang terbuat dari plastik, terutama yang memuat foto-foto keluarga atau teman.

Si Mungil, Usia 12-24 Bulan

Melafirraz_kodo

Inilah saatnya Anda memberi pengalaman pra-membaca pada anak secara lebih aktif. Membaca buku bersama merupakan kegiatan yang sangat menarik dan bermanfaat bagi anak. Begitu pula membacakan buku buat mereka, sangat berguna untuk membuat anak lebih dini mengenal huruf dan angka, mengembangkan kepekaan mereka menandai huruf di dalam tulisan dan terutama dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Misalnya saat makan lauk yang sudah di gigit kadang bentuknya mirip-mirip huruf (atau dimirip-miripkan)
Satu lagi! Jangan lupa memberi pengayaan bacaan saat kegiatan membaca sedang berlangsung, baik ketika membaca buku bersama ataupun membacakan (read aloud). Beri penjelasan dan ceritakan pengalaman tentang apa-apa yang ditampilkan di buku. Boleh jkadi di sana ada gambar atau kata “mikroskop”, sementara tidak ada penjelasan yang memadai. Nah, tugas Andalah untuk menjelasakan atau menceritakan pengalaman kepada anak.

Selebihnya inilah yang bisa kita berikan pada anak-anak usia 12-24 bulan :
o Buku-buku papan yang tidak mudah sobek yang bisa di bawa kemana-mana.
o Buku-buku dengan berbagai gambar yang menampilkan anak-anak yang sedang melakukan aktifitas familiar seperti tidur atau bermain. Penanaman nilai dapat dilakukan pada saat sedang membacakan maupun membaca buku bersama, baik melalui nilai-nilai yang tertulis di buku maupun inprovisasi dari orang dewasa yang menemani anak membaca.
o Buku-buku pengantar tidur. Buku-buku jenis ini terutama dipilih yang memuat nilai-nilai akhlak, idealisme, emosi positif, keinginan berbuat baik serta materi-materi yang berhubungan dengan kepribadian anak. Daddy, Will You Miss Me? Adalah contoh yang bagus. Make a Wish, Honey Bear! Karya Marcus Pfister tidak kalah bagusnya untuk anak. Sayangnya, buku-buku yang kaya nilai untuk balita justru sangat sulit didapat. Harap diperhatikan, jangan memberi cerita dengan konflik bertingkat untuk pengantar tidur anak.
o Buku-buku tentang bagaimana mengucapkan selamat tinggal dan hello. Buku-buku yang menunjukan Bagaimana mengungkapkan perasaan-perasaan sederhana kepada orang tua, adik dan kakak.
o Buku-buku yang tiap halamannya hanya memuat beberapa kata atau biasa disebut dengan wordless picture book. Saat ini buku-buku WPB terbaik di Indonesia umumnya terbitan DAR! Mizan Bandung. Buku-buku terbitan Syaamil (Bandung) tampaknya sudah mulai banyak menghasilkan buku-buku yang menarik dan bergizi untuk anak.
o Buku-buku berirama sederhana atau yang memuat teks-teks yang bisa ditebak dengan mudah. Sayangnya buku-buku jenis ini masih belum banyak di negeri kita.
o Buku-buku hewan segala ukuran maupun bentuk. Di toko banyak tersedia buku-buku berbentuk hewan.

Anak-anak, Usia 2-3 Tahun


Selamat datang diusia paling menantang dalam kehidupan anak. Para ahli menyebut rentang usia ini sebagai the terrible twos-masa dua tahun yang mengerikan. Pada rentang usia ini, anak sedang cerdas-cerdasnya, cerewet-cerewetnya dan sekaligus pada usia kini, tepatnya sekitar usia dua setengah tahun, anak sedang belajar menampakkan egonya. Kalau kita sudah memperkenalkan membaca kepada mereka sejak usia lebih dini dan mereka tertarik, di usia ini mungkin Anda akan merasakan hari-hari yang membuat Anda kelimpungan karena anak-anak itu begitu bersemangat meminta Anda membacakan buku, sekaligus mereka telah belajar memaksa.
Jika Anda baru mulai merangsang minat baca mereka, mungkin sekali waktu Anda akan merasa jengkel dengan perilaku mereka yang sedang belajar memegang kendali-termasuk mengendalikan Anda-sehingga butuh upaya yang sedikit lebih keras untuk membuat mereka tertarik. Apalagi kalau kita tidak tahu buku apa yang sebaiknya kita berikan untuk mereka. Catatan berikut ini muidah-mudahan membantu Anda menemukan buku yang sesuai untuk anak-anak usia 2-3 tahun.
Buku apa saja yang perlu Anda berikan? Inilah catatannya:
o Buku yang menceritakan kisah-kisah sederhana
o Buku-buku yang “berirama dan bersanjak” sehingga memudahkan anak mengingat. “I Can Read” merupakan contoh yang bagus. Buku ini sekaligus dilengkapi dengan kaset.
o Buku-buku cerita sebelum tidur (bed time books). Buku jenis ini dikemas agar tidak mudah rusak apabila tertidur sebelum selesai membaca buku. Sebaiknya buku-buku yang bergizi untuk jiwa dan ruhiyah.
o Buku-buku tentang berhitung, alfabet, bentuk-bentuk atau ukuran
o Buku binatang, mobil serta buku-buku yang mengajarkan moral dan ide-ide kegiatan saat bermain.
o Buku-buku tentang bagaimana mengucapkan selamat tinggal dan hello. Buku-buku yang menunjukan bagaimana mengungkapkan perasaan-perasaan sederhana kepada orang tua, adik dan kakak.

Pra Sekolah, Usia 3-5 Tahun
Ada penelitian menarik tentang membaca. Sebuah studi terhadap 210.000 pembaca dari 32 negara memberikan kesimpulan yang penting untuk kita simak. Dari 10 negara yang terbaik dalam membaca, hanya empat yang tidak memperbolehkan anak usia TK diajari membaca. Selebihnya, enam negara mengizinkan bahkan memberi dukungan pelajaran membaca di usia ini.
Agar langkah kita mengajarkan membaca kepada anak usia 3-5 tahun lebih pas, sehingga anak lebih tergugah untuk membaca, inilah buku-buku yang bisa kita pertimbangkan untuk mereka :

o Buku tentang anak-anak yang memiliki pandangan dan hidup seperti mereka
o Buku-buku berhitung atau buku-buku “konsep” lainnya tentang segala sesuatu seperti ukuran atau waktu.
o Buku pengetahuan sederhana tentang sesuatu dan bagaimana cara kerja mereka. Contoh sederhana truk sampah, bagaimana cara kerjanya. Begitu juga mobil pengaduk semen.
o Buku-buku yang mengembangkan minat-minat khusus mereka seperti kereta api, binatang, berbagai hal tentang konstruksi maupun buku yang bercerita tentang memasak.
o Buku-buku yang bercerita tentang bagaimana menjalin persahabatan. dengan muatan akhlak dan adab.
o Buku-buku tentang asyiknya pergi ke sekolah/ dokter. Bukan sebaliknya.
o Buku-buku yang menuturkan betapa asyiknya punya adik dan hebatnya anak kalau menyayangi adik serta membantu ibu mengasuh adik.
o Buku-buku dengan teks sederhana yang memudahkan mereka untuk mengingat.

(Dari makalah Seminar sehari dengan tema “Ada Apa dengan Cinta”, di Paruga Nae Bima, Maret 2005)

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s